Senin, 17 Mei 2010
tribute to my beloved friend ;p
Senin, 29 Maret 2010
PATHETIC!!!
Minggu, 22 November 2009
FIGHTER
Selasa, 17 November 2009
CINTA.....

Suatu hari plato bertanya pada gurunya “guru, cinta itu seperti apa?”
Sang guru tersenyum bijak lalu memerintahkan plato pergi ke ladang gandum “pergilah ke ladang gandum, susuri lah ladang gandum tersebut, cari tangkai gandum terbaik yang paling kau sukai, petiklah.. syarat nya kau tak boleh berbalik ke belakang setelah kau mulai berjalan.”
Berjalanlah plato menyusuri ladang gandum mencari tangkai gandum terbaik yang paling menarik hatinya.
Setelah beberapa lama plato datang pada guru nya
“mana tangkai gandum yang kau petik?” tanya sang guru tenang
“saya tidak membawanya” jawab plato
“mengapa?? apa tidak ada tangkai gandum yang menarik hati mu??” tanya sang guru kemudian
“aku susuri ladang gandum, lalu aku melihat satu tangkai gandum dan aku menyukainya, tapi aku meneruskan perjalanan ku berharap menemukan tangkai lain yang lebih bagus, tapi sampai akhir ladang gandum aku tidak menemukan nya, karena tidak boleh berbalik kebelakang maka aku tidak dapat memetiknya” ujar plato menjelaskan
“itulah cinta...” ucap sang guru.
plato memang akhirnya menghadap sang guru tanpa tangkai gandumnya
Tapi saya tidak ingin membahas plato, saya lebih ingin membahas si tangkai gandum.
Tokoh marjinal yang tak pernah dibahas, dengan perasaan yang tak pernah dipahami, kadang bahkan tokoh marjinal seperti ini dipaksa memahami perasaan yang lain, semua orang kecuali perasaannya sendiri.
Menjadi setangkai gandum ditengah ladang gandum bukan hal yang mudah,
ia belajar dan bertumbuh untuk menjadi dirinya sendiri lalu menemukan keistimewaannya dan menjadi integral.
Lalu saat plato datang, memandangnya, sesaat melihat bahwa ia lah yang ter-istimewa, tidakkah si tangkai gandum merasakan ‘chemistry’ yang sama.
Inilah saat yang ia tunggu, perjuangannya untuk bertumbuh, terbayar sudah, lelaki yang bisa melihat keistimewaannya, kini sedang memandangnya dan segera memetiknya.
Tapi hatinya patah... Harapannya selesai...
Plato pergi tak berbalik.. Dan ia dipaksa memahami bahwa lelaki yang membuat hatinya jatuh ’hanya’ sedang belajar tentang cinta.
Ahh.... Ini ironi… Tentang yang melewatkan dan terlewatkan
Tentang waktu yang tak bisa mundur, dan kesempatan yang tak ter ulang.
Plato mungkin akan belajar tidak lagi melewatkan, karena penyesalan terlalu pahit.
Dan dihamparan ladang gandum, saat mendung menghijab langit Tangkai gandum menengadah, ia percaya hujan harus datang untuk membuat langitnya biru kembali. Ia sangat yakin lelaki itu akan datang, lelaki yang tak akan melewatkannya, lelaki yang akan langsung berlari kepadanya, lelaki yang memilik visi, yang sangat memahami, bahwa ia lah tangkai gandum yang dicari.
(totally inspiring note from friend)
Minggu, 15 November 2009
Kereta tebet-depok
Hari sabtu ini (15 Nov 2009) saya akhirnya bisa lagi keliling UI. Haa...senangnyaa....diawali dengan janji bersama seorang teman baik, saya pun melaju dengan kaki saya (actually pke metromini, angkot, kereta, lanjut pke ojek) menuju kampus UI depok. Sebenarnya banyak sekali yang bisa diceritakan dari jalan2 saya selama 3 jam setengah itu ke UI.
Dari awal saat ke stasiun Tebet menuju stasiun UI, saya sudah disergap dengan kerinduan banyak tentang kereta ini.
Ternyata...semua masih sama berikut dengan semua personilnya.haha
Inilah penumpang-penumpang or personil kereta klo boleh disebut bgitu yang masih ada di kepala saya ketika dulu selama 4 tahun naik kereta ini sampai tadi dibangkitkan kembali
- The Cleaner-ers
Istilah ini dipake bwt para pembersih kereta yang selalu membawa2 sapu dan kegiatan mereka di kereta yaaa nyapu2. tapi jangan salah, mereka nyapu kereta buakn dengan cara berdiri tapi sambil jalan jongkok. Can you imagine that?? Ya Rabb kalau saya pasti kaki saya uda kram karena harus jalan jongkok sepanjang kereta. the cleaners ini beragam dari mulai ibu-ibu tua, ibu muda sambil bawa2 anak (yg ini lebih parah, udah jalan jongkok sambil bawa anak pula), cowok2 yang masih muda, sampai anak kecil umur 7-15 tahun. Waktu kuliah dulu, saya pernah memperhatikan dari jauh ada salah seorang personil the cleaners dengan umur sekitar 8 tahun yang sedang nyapu2 lalu tiba-tiba dia duduk di dekat pintu sambil mengurut-urut kakinya dan tampang seperti mau menangis. Ya Rabb pedih sekali melihatnya... dan hari ini saya kembali melihat the cleaners itu. Ternyata mereka masih ada...dan masih sama seperti saya melihat untuk pertama kalinya 6 tahun yang lalu
- The Hand Down
Wuaah ini yang paling banyak personilnya. Dengan penampilan yang bermacam2 pula. Para the hand down ini selalu bilang, bu...kasihan bu, untuk makan. Bahkan yang tak terlupakan saat salah satu personil ini dengan bahasa sunda yang kental teriak2 bilang, Bu....sahadena buuu......sakawasanaa.... and her voice was totally loud and....cempreng. haha...karena saking uniknya tu suara saya masih ingat sampai sekarang. Sayang hari ini saya tidak melihat ibu itu lagi, ntah kemana dia. Tapi personil lainnya masih dengan semangat 45 trus melaksanakan tugasnya sampai sekarang
- The Stevie Wonder Wannabe
Wuaah kelompok ini memang sangat pantas kalau saya bilang Stevie Wonder wannabe. They’re blind but their voices whohooo jarang ada yang jelek, rate nya selalu mulai dari lumayan sampai bagus. Bukan Cuma nyanyi tapi ada beberapa yang sangat lihai memainkan biolanya. Dan hari ini pun saya bertemu dengan bapak tua yang buta dan sangat jago memainkan biolanya. Dia masih sama seperti dulu ketika saya kuliah. God, i am wondering. How long does he live with this kind of job? Mungkin sudah bertahun-tahun lamanya….
- The Educate One
Ini adalah sebutan untuk para mahasiswa yang memang langganan naek kereta sperti saya dulu. Yang isinya paling mahasiswa UI, UP, dan Gundar. Yang inipun personilnya macam2: dari yang hanya pakai jeans, kaos, dan tas ransel, lalu ada para ikhwan yang kalau dikereta selalu pakai jaket entah jaket LDFnya or banter2 jaket SALAM sambil kadang2 saya lihat mereka akan ngeluarin Quran trs dipelototin sepanjang perjalanan (mungkin daripada ngeliatin yang enggak2 mending liat yang iya2 aja), ada gerombolan wanita2 berjilbab dari yang pakai kaos sama jeans ketat sampai dengan para jilbaber besar which means semua serba besar dari baju sampai jilbab (untung aja sepatunya ga kebesaran juga). Kalau saya? Hahaha saya termasuk gerombolan jilbaber permen yang selalu warna-warni dengan kemeja or kaus dan rok serta tak lupa jilbab yang matching. FIK banget deh stylenya. Dan hari ini? Karena hari ini adalah hari minggu yang saya lihat dikampus hanya para aktivis. Siapa sih yang mau ke kampus hari minggu?? (yg jelas eike ngga booo)
- The Ehem Ehem
Ini istilah saya buat para pasangan yg asik masyuk serasa kereta milik berdua. Sama saja seperti dulu. Hari ini pun saya melihat dua pasangan yang ada pas disebelah kanan dan depan saya. Waduh mimpi apa saya liat dua pasangan mesra dari dekat begitu. Pertama adalah pasangan yang sudah cukup tua (suami-istri spertinya). Istrinya tidur sambil meletakkan kepalanya ke bahu suaminya sambil tak lupa untuk berpegangan tangan. Ck...ck...ck... senangnya...
Dan pasangan satu lagi. Wuaah ini jadi bahan perbincangan di hati saya selama naik kereta.bgaimana tidak? Kalau saya lihat cwonya ganteng banget tapi cwenya...hmm... kalau dari ukuran badan jelas dia jauuh sekali dari kata ideal. Lebih dari ideal tepatnya. Tapi apa yg si cowo itu lakukan sepanjang perjalanan? Tu cwo ga berenti2 nyiumin tangan tu cwe. Wheww.... kok bisa ya? Yaah saat itu jujur saya berpikir, kenapa gw dengan badan gw yg sedkit endut (well at least masih gendutan tu cwe) kya gni kok kga ada yg suka yak. Ko bisa gtu? Lalu hati saya menjawab, karena mungkin lo ga qualified bwt dapetin yang kya bgtu. Santai ajalah toh Tuhan itu tahu apa yang paling manteb bwt lo, someday...
Lalu terbayang-bayanglah kata2 pak Mario Teguh saat beliau bilang, pada saat berdoa tunjukkanlah pada Tuhan bahwa kamu memang pribadi yang pantas untuk menerima pengabulan doa. Contoh, kalau ingin jodoh yang baik. Berdoalah sambil berusaha untuk menjadi pribadi yang baik pula, sehingga Tuhan pun akan melihat bahwa kita memang pantas untuk mendapatkans sesuatu yang kita doakan. God says: SHOW ME WHAT U GOT!!!
:D terima kasih untuk pasangan itu (wlopun saya ga kenal) yang sudah mengingatkan saya akan hal ini. semoga cepet nikah ya mba, mas. Amiin.
- The Copet-ers
Alhamdulillah hari ini saya tidak melihat mereka….walaupun dulu pernah dengan sukses dipelototin sama salah satu personil ini gara-gara saya lihat ketika dia merogoh-rogoh celana salah satu penumpang. Whew mengkeret saya dipelototin gtu. Alhamdulilah juga selama 4 tahun saya kuliah saya ga pernah kecopetan, paling Cuma tas dan hape yang tergores karena dicutter oleh mereka. Untungnya ga dapet apa2. Terima kasih Tuhan aku masih dilindungi
- De el el
Ini untuk penumpang lain yang saya ga bisa jelasin satu persatu. Yang jelas pada saat hari minggu rata-rata yang naik kereta ini adalah keluarga. Dengan baju bagus mereka berdiri di kereta. Bahkan para gadis2 cantik dengan baju cantik dan sepatu lumayan tinggi pun naik kereta tebet-depok/bogor ini. Yup...kalau naek kereta pke high heels lebih asik dibanding naik bis pke highheels. Hhh….coba tadi pke high heels yah (wkwkwk…emng mau kemana jeeng)
Soo that’s it. Cobalah naek kereta ini dan mungkin kamu bisa melihat salah satu dari para personil kereta tebet-depok yang tadi sudah dibahas. And maybe u can add another category. Hehehe see ya!!
Jumat, 13 November 2009
easy for you!!!

Aku berjalan menyusuri malam Setelah patah hatiku Aku berdoa semoga saja ini terbaik untuknya
Dia bilang
Kau harus bisa seperti aku
Yang sudah biarlah sudah
Mudah saja bagimu Mudah saja untukmu Andai saja....
Cintamu seperti cintaku
Selang waktu berjalan kau kembali datang
Tanyakan keadaanku
Ku bilang
Kau tak berhak tanyakan hidupku Membuatku semakin terluka
Mudah saja bagimu Mudah saja untukmu
Coba saja lukamu seperti lukaku
Sabtu, 07 November 2009
nurse nurse nurse
hmmm......saya hampir lupa tentang niat awal dahulu memilih untuk menjadi perawat. saya hampir lupa akan semangat-semangat dahulu saat di kampus..... saat-saat dakwah terkesan sangat mudah, karena lingkungan FIK memang sudah begitu adanya.
tapi sekarang....semangat itu luntur seiring waktu. lingkungan yang tak seperti dulu, teman-teman yang sangat lain, urusan kerja yang membuat lupa segalanya, membuat jetlag saat keluar kampus. seperti katak dalam tempurung yang akhirnya bisa melihat dunia luar...dan terpana lalu terhanyut sampai sekarang......
hmm.....terimakasih tiwi, dan teman2 FIK UI ku yg lain. semoga semangat ini tetap ada dan tetap saling mengingatkan satu sama lain..
i miss u all i miss sholat berjamaah bareng di kelas, i miss saat setiap orang dari kita maju setiap hari untuk memberikan kultum, i miss saat kita bermimpi dan punya bayangan indah tentang sosok perawat, i miss saat-saat di senat FIK, FPPI (Forum Pengkajian dan Pengamalan Islam), berjuang untuk mengembangkan mimpi kita tentang sosok perawat yang profesional dan Islami mudah-mudahan semangat itu tetap ada dan tegar walaupun diterjang dengan berbagai kenyataan yang ada

