Senin, 17 Mei 2010

tribute to my beloved friend ;p


This is the story about a girl that I admired “secretly”.
Admiring her strength to pass every episodes of her life and I just wish her story could inspired averyone who read this, just like me (hope so hehehe)

Ganti bahasa...klik! :p – bhs inggris kurang bagus-

Saya kenal sahabat dekat saya ini dari SMA. Tapi tak pernah dekat. Kami baru dekat sejak kami kuliah di tempat yang sama (karena yang dari satu SMA di kampus itu cuma kita berdua satu angkatan) dan we’re such a close friend till now :D

Dan sejak itulah saya tahu ceritanya. Teman saya itu untuk ukuran perempuan (bukan bencong loh bo) termasuk cantik sangat. Ga heran dulu dia jadi rebutan senior2 di SMA. Sampai pada akhirnya pilihannya jatoh di salah satu senior yang cakep be ge te.
Hubungannya berlanjuuut terus sampai kuliah. Dan baru saat itulah saya kenal dengan kakak kelas saya itu. (wong kalo pulang dijemput dan eike selalu nebeng hehehe bner2 lintah)
Sahabat dekat ini cerita bagaimana serius hubungannya, dan semua orang bilang uuuh cocok cocok (termasuk saya). Yang cowoknya ganteng yang ceweknya cantik. Keluarganya uda pada kenal dekat. Tinggal dilanjutkan saja. Iya toh?

Setelah adegan penuh bunga-bunga dan kerlap kerlip itu. then suddenly thing happened
Si cowok ini tiba-tiba bilang kalau hubungan itu disudahi saja. Denga alasannya yang uuuuh ngga bangeet. Dan alasannya adalah (ini yang saya denger dari temen saya itu yaa):

”kita sudah sama-sama tahu bagaimana hukumnya, kita sudah sama-sama belajar tentang bagaimana agama memandang kita. Jadi seharusnya kita sudah tahu apa yang harus dilakukan. Dan untuk sekarang saya pun belum siap untuk menikahi kamu. Jadi saya rasa hubungan kita sampai disini saja. Kalau nanti kita jodoh pun pasti kita akan ketemu.”

Whedewww berasa bumi gonjang-ganjing lah itu bagi temen saya. Dan saya juga ikutan gonjang-ganjing karena saking ga percayanya. Mosok sih? Hubungan yang uda lama gtu? Uda jauh pula. Kok bisa udahan dengan alasan yang ”Cuma begitu doanks??” parah parah...

Awalnya memang kaget. Bahkan dia pernah bilang kalau dunianya hanya seputar itu. Kalau tiba2 laki2 itu tidak ada, gimana dia. Huuuh....  :’(

Tapi saya tahu setelah itu. setiap usahanya untuk jalan terus, setiap helaan nafasnya untuk mencoba tidak menangis, setiap tindakannya untuk lebih tegar.
Bahkan jadi jauh lebih dekat dengan Tuhannya, and that is amazing. Sesuatu yang mungkin kalau saya yang alami sendiri saya ga akan kuat untuk itu. (memang Tuhan tahu kemampuan hambanya J )

Lalu 4 tahun kemudian perlahan-lahan muncul keinginan teman saya itu untuk menikah. Dengan pola pikir yang sudah berbeda sekali. Pola pikir yang saya sampai terkesima mendengarnya.
She said,

muti, menikah itu adalah suatu ibadah, yang namanya ibadah yaa harus bagus dari awal sampai akhir. Sama saja dengan sholat yang awalnya harus wudhu dulu, harus benar2 caranya, jangan sampai ada yang kelewatan. Itu aja baru persiapannya belum sholatnya, de el el nya.
Liat kan gimana Allah aja nyetting ibadah sholat sampe sebegitunya dari awal sampai akhir.
Apalagi nikah ti, ibadah yang dipandang sebagai separuh agama. Sebegitu pentingnya sampai harus betul-betul dijaga dari awal sampai akhir. Dan gua pengen kalau nikah nanti seperti itu. Dijaga prosesnya dari awal, jadi pada saat nikah memang hasilnya ibadah.

Dan saya tahu setiap hambatannya setelah dia memutuskan itu. Bahkan pernah sempat untuk menjalin hubungan dekat lagi dengan ”another guy” dengan harapan akhirnya adalah menikah. Tapi tetap saja tidak jadi. Dan saya yakin, itu karena Allah sayang sama dia, dia benar2 dijaga olehNya supaya doanya terkabul.

Sampai pada suatu hari teman saya itu ditawari untuk menikah lewat salah satu proses yang jauh sekali dengan pacaran. Walaupun saya tahu proses itu pun bukan sesuatu yang gampang dan ga mirip sama sekali kayak cerita Ayat- ayat Cinta, yang ketemu, taaruf, trus dueng dueng buka cadar terus ada kelap kelip nya, demen, trs kawin deh!

Walaupun begitu, akhirnya, pada tahun ini teman saya berhasil menggenapkan dien nya, melakukan separuh agamanya, dan menunjukkan bagaimana doa nya terkabulkan.

Fuuuh..... satu cerita yang bikin saya ngiri dan kagum setengah mati. (

Jujur, saya kagum dengan teman saya dan senior saya itu. Kenapa bisa kagum sama senior itu. Hahaha, entah kenapa saya berpikir kalau cowok itu memang sayang sekali dengan teman saya itu. Cowok yang tahu apa yang benar, dan berani bertindak. Cowok yang bukan hanya omong doank tentang Tuhan tapi dilakukan. Bukan juga cowok yang sayang sama ceweknya tapi belum siap kalau menikahi dan ga mau juga kalau pisah dan akhirnya cuma bisa bilang, ” kalau dia nemu yang lebih baik dari saya, yaa sudah ga apa2.” tapi tetap tu cewek dikasih label ”dia pacar saya lhoo”. Bukan cowok seperti itu.

Bisa kasih keputusan seperti itu. Wheww hebat pak! Salut

Dan teman saya? Hoho dia sama hebatnya. Hebat karena dia bisa bangkit lagi, dan hebat sampai bisa punya pola pikir seperti itu. Dan lebih hebat karena dia disayang sama Tuhannya sampai dikabulkan doanya.

Dan saya?? Huuh pengeen banget bisa dikabulin doanya kaya bgtu.
Tiba-tiba ada suara kecil yang bilang, halah kerjaan lo maen2 mulu, nemplok ke cowok orang lah, nemplok sana lah nemplok sini lah.
Gmana bisa ngarep jadi kaya bgtu (_ ")


Wishing you all the best my hunny bunny friend.
Love you always..... \(»''«)/

* based on true story and under permit by its subject

Senin, 29 Maret 2010

PATHETIC!!!

Sebuah cerita film, seorang wanita yang menangis terus-menerus, tak mau makan, bahkan untuk keluar rumah pun ditolak olehnya karena sang pangeran pujaan hati menikah dengan wanita lain sampai akhirnya ia sakit lalu ketika sudah kondisinya tidak ada harapan lagi, pangerannya yang (unfortunately) sudah menikah dengan wanita lain datang dan meminangnya. Lalu tadaaaa!!! Wanita itu bangun lagi dan tersenyum dengan bahagia karena pangerannya sudah kembali disisinya walopun dia ga tahu ada seorang wanita yang menangis di lorong karena suaminya nikah lagi (hakhakhakhak so funny)
Ingatkah cerita itu?
Yep, itu salah satu cerita dari film paling laris dulu, bahkan sang Presiden saat itu menyempatkan diri diantara aktivitasnya yang super duper sibuk untuk datang ke bioskop dan menonton. Halah, kalau sampai disini masih ada yang belum tau tu pelem apaan, payah kali kau :p
Yang jelas...ehem..waktu pertama nonton adegan itu sich mikirnya wiih ceritanya kayak sleeping beauty. Bedanya di sleeping beauty tu pangeran langsung nyosor, kalo yang ini mau langsung nyosor, inget dosa, makanya dikawinin dulu baru nyosor. Setelah itu adegan selanjutnya idem, sang putri membuka mata dari tidurnya dan tersenyum manis karena ada pangeran kesayangannya disebelahnya. Ckckckck bahagia bner idupnya (kata-kata orang jeolous kya gini :D )
Eh sebentar sepertinya uda rada2 jauh dari yg pengen saya bahas di awal. Hehehe.
Hokaaay kembali ke awal.
Dulu kesan saya tentang tokoh si wanita tadi (namanya Maria, tuh udah dikasih bocoran) adalah kasihan. Tapi entah kenapa tadi tiba2 terpikir tentang Maria (padahal ni pelem kan uda lama bgt) dan tiba2 lagi mulut saya langsung berkata,
Dasar Cewek Pathetic!
Saat ada satu hal yang tidak terkabul, saat ada satu hal yang tidak sesuai dengan keinginan yang dilakukan adalah meratapi keadaan, nangis, ga mau makan,ga enak badan, ga mau keluar rumah.
And that is So ME!
Haha, ya So Me. Gua banget dah klo kaya bgtu ceritanya.
Kalau ingat saat dulu, saat cowok yang disuka lebih dari 7 tahun nikah dengan yang wanita lain, yang dilakukan saat itu hanya nangis nangis dan nangis. Untunglah punya teman2 yang sayang (atau udah mulai bete) dengan air mata dan ketawa histeris saya. Dan akhirnya mereka memboyong saya jalan2 hanya untuk giving me a break from being a loser dan juga giving them a break from my histerically behavior hehehe. But I love you guys (opiku, bangun)


Lalu 2 tahun kemudian kejadian yang sama berulang kembali (such a loser) cowok yang saya suka tiba2 bilang, I prefer her than you. Kembalilah saya tertawa histeris dan menangis selama 24 jam lebih, ga mandi 2 hari, ga ganti baju juga, sama sekali ga makan, ga tahu mau ngapain and just lost control. Saat itu mereka, teman-teman saya, beraksi kembali. Saking lost controlnya opi sampai nyuruh apa saja kegiatan yang bisa saya lakukan  hari itu, bahkan dengan sigapnya mengirimi saya 6 DVD dengan masing2 DVD berisi more than ten episodes dengan masing2 episode berdurasi 45-50 menit saking saya ga tahu nya saya harus ngapain. Totally lost in the middle of nowhere. 4 hari kemudian setelah mulai bosan dengan film2 itu lalu saya berniat untuk sakit, dan memang benar sakit, lalu buat memperparah penyakit saya, saya nekat hujan2an. Dengan harapan dengan sakit itu, bakal mengembalikan semuanya ke keadaan semula.hahaha.
Awalnya menurut saya itu sah2 aja, sampai kemudian teman saya, opi bilang, klo saya PATHETIC. Hmmm....bodo.

Lalu kejadian yang sama terulang lagi satu tahun setelah itu. Haaaah!!!! Dua hari ini saya ga mau makan, cuma minum doank, ga bisa tidur, nangis hebat, badan mulai ga enak, bahkan mulai sedikit panas dingin, lidah mulai memutih (yg bkin temen2 sekantor heboh dan mulai menasehati macam2 karena itu tanda2 awal thyphoid aka. tipes).
Dan diledekin kembali sama opi,
Apa yang menyebabkan anda tidak nafsu makan?? Survey pada 100 orang membuktikan, 45 orang menjawab patah hati, 50 orang menjawab ditolak, dan 5 orang menjawab dapet undangan nikah (hahahaha sial). Sering2 aja bgini kan kurusnya jadi lebih cepet

Setelah dengar itu, tiba2 saya jadi sadar. Inikah yang namanya pathetic. Keadaan yang satu tahun lalu ga pernah saya sadari
Ternyata saya ga jauh beda dengan cewek2 pathetic macam Maria yang ga mau makan, sakit, dan berharap semua tindakannya bakal ngembaliin ke keadaan yang diinginkan.
Hah! Cewek cengeng (Tuhan... kaya pengakuan dosa gini) yang ga punya prinsip dan manja. Benar-benar menyedihkan hanya karena satu cowok (wait...kasus saya ada 3 cowok) dengan kelakuan baik but still one kind of jerk.

Ouwwhh noo!! I wont let myself to be like that, dengan sangat terpaksa, dengan mual yang tak tertahankan, saya berusaha memasukkan makanan ke dalam lambung.
Dan saya berhasil!! Saya berhasil makan satu piring, berhasil untuk melawan mual dan tidak muntah  dan berhasil menulis ini untuk bilang bahwa,

saya bukan cewek pathetic, cengeng, dan kalah dengan my pathetic love life.

Keadaan boleh pathetic tapi jangan ikut2an pathetic juga.
Seperti mawar diantara duri2nya, mawar itu tidak ikut jadi tajam dan menyakitkan tapi tetap jadi bunga indah dan meyakinkan orang2 untuk memilihnya jadi salah satu bunga tercantik.
And that rose would be me!

Minggu, 22 November 2009

FIGHTER


Rihanna dipukuli Chris Brown pada Februari 2009 (harian-global.com)
Pernahkah dengar berita ini???

Selasa, 17 November 2009

CINTA.....


Suatu hari plato bertanya pada gurunya “guru, cinta itu seperti apa?”
Sang guru tersenyum bijak lalu memerintahkan plato pergi ke ladang gandum “pergilah ke ladang gandum, susuri lah ladang gandum tersebut, cari tangkai gandum terbaik yang paling kau sukai, petiklah.. syarat nya kau tak boleh berbalik ke belakang setelah kau mulai berjalan.”

Berjalanlah plato menyusuri ladang gandum mencari tangkai gandum terbaik yang paling menarik hatinya.

Setelah beberapa lama plato datang pada guru nya

“mana tangkai gandum yang kau petik?” tanya sang guru tenang

“saya tidak membawanya” jawab plato
“mengapa?? apa tidak ada tangkai gandum yang menarik hati mu??” tanya sang guru kemudian
“aku susuri ladang gandum, lalu aku melihat satu tangkai gandum dan aku menyukainya, tapi aku meneruskan perjalanan ku berharap menemukan tangkai lain yang lebih bagus, tapi sampai akhir ladang gandum aku tidak menemukan nya, karena tidak boleh berbalik kebelakang maka aku tidak dapat memetiknya” ujar plato menjelaskan
“itulah cinta...” ucap sang guru.

plato memang akhirnya menghadap sang guru tanpa tangkai gandumnya
Tapi saya tidak ingin membahas plato, saya lebih ingin membahas si tangkai gandum.

Tokoh marjinal yang tak pernah dibahas, dengan perasaan yang tak pernah dipahami, kadang bahkan tokoh marjinal seperti ini dipaksa memahami perasaan yang lain, semua orang kecuali perasaannya sendiri.
Menjadi setangkai gandum ditengah ladang gandum bukan hal yang mudah,
ia belajar dan bertumbuh untuk menjadi dirinya sendiri lalu menemukan keistimewaannya dan menjadi integral.

Lalu saat plato datang, memandangnya, sesaat melihat bahwa ia lah yang ter-istimewa, tidakkah si tangkai gandum merasakan ‘chemistry’ yang sama.

Inilah saat yang ia tunggu, perjuangannya untuk bertumbuh, terbayar sudah, lelaki yang bisa melihat keistimewaannya, kini sedang memandangnya dan segera memetiknya.

Tapi hatinya patah...
Harapannya selesai...
Plato pergi tak berbalik..
Dan ia dipaksa memahami bahwa lelaki yang membuat hatinya jatuh ’hanya’ sedang belajar tentang cinta.

Ahh.... Ini ironi…
Tentang yang melewatkan dan terlewatkan
Tentang waktu yang tak bisa mundur, dan kesempatan yang tak ter ulang
.
Plato mungkin akan belajar tidak lagi melewatkan, karena penyesalan terlalu pahit.

Dan dihamparan ladang gandum, saat mendung menghijab langit
Tangkai gandum menengadah, ia percaya hujan harus datang untuk membuat langitnya biru kembali. Ia sangat yakin lelaki itu akan datang, lelaki yang tak akan melewatkannya, lelaki yang akan langsung berlari kepadanya, lelaki yang memilik visi, yang sangat memahami, bahwa ia lah tangkai gandum yang dicari.

(totally inspiring note from friend)

Minggu, 15 November 2009

Kereta tebet-depok

Hari sabtu ini (15 Nov 2009) saya akhirnya bisa lagi keliling UI. Haa...senangnyaa....diawali dengan janji bersama seorang teman baik, saya pun melaju dengan kaki saya (actually pke metromini, angkot, kereta, lanjut pke ojek) menuju kampus UI depok. Sebenarnya banyak sekali yang bisa diceritakan dari jalan2 saya selama 3 jam setengah itu ke UI.


Dari awal saat ke stasiun Tebet menuju stasiun UI, saya sudah disergap dengan kerinduan banyak tentang kereta ini.

Ternyata...semua masih sama berikut dengan semua personilnya.haha

Inilah penumpang-penumpang or personil kereta klo boleh disebut bgitu yang masih ada di kepala saya ketika dulu selama 4 tahun naik kereta ini sampai tadi dibangkitkan kembali


  1. The Cleaner-ers

Istilah ini dipake bwt para pembersih kereta yang selalu membawa2 sapu dan kegiatan mereka di kereta yaaa nyapu2. tapi jangan salah, mereka nyapu kereta buakn dengan cara berdiri tapi sambil jalan jongkok. Can you imagine that?? Ya Rabb kalau saya pasti kaki saya uda kram karena harus jalan jongkok sepanjang kereta. the cleaners ini beragam dari mulai ibu-ibu tua, ibu muda sambil bawa2 anak (yg ini lebih parah, udah jalan jongkok sambil bawa anak pula), cowok2 yang masih muda, sampai anak kecil umur 7-15 tahun. Waktu kuliah dulu, saya pernah memperhatikan dari jauh ada salah seorang personil the cleaners dengan umur sekitar 8 tahun yang sedang nyapu2 lalu tiba-tiba dia duduk di dekat pintu sambil mengurut-urut kakinya dan tampang seperti mau menangis. Ya Rabb pedih sekali melihatnya... dan hari ini saya kembali melihat the cleaners itu. Ternyata mereka masih ada...dan masih sama seperti saya melihat untuk pertama kalinya 6 tahun yang lalu


  1. The Hand Down

Wuaah ini yang paling banyak personilnya. Dengan penampilan yang bermacam2 pula. Para the hand down ini selalu bilang, bu...kasihan bu, untuk makan. Bahkan yang tak terlupakan saat salah satu personil ini dengan bahasa sunda yang kental teriak2 bilang, Bu....sahadena buuu......sakawasanaa.... and her voice was totally loud and....cempreng. haha...karena saking uniknya tu suara saya masih ingat sampai sekarang. Sayang hari ini saya tidak melihat ibu itu lagi, ntah kemana dia. Tapi personil lainnya masih dengan semangat 45 trus melaksanakan tugasnya sampai sekarang


  1. The Stevie Wonder Wannabe

Wuaah kelompok ini memang sangat pantas kalau saya bilang Stevie Wonder wannabe. They’re blind but their voices whohooo jarang ada yang jelek, rate nya selalu mulai dari lumayan sampai bagus. Bukan Cuma nyanyi tapi ada beberapa yang sangat lihai memainkan biolanya. Dan hari ini pun saya bertemu dengan bapak tua yang buta dan sangat jago memainkan biolanya. Dia masih sama seperti dulu ketika saya kuliah. God, i am wondering. How long does he live with this kind of job? Mungkin sudah bertahun-tahun lamanya….


  1. The Educate One

Ini adalah sebutan untuk para mahasiswa yang memang langganan naek kereta sperti saya dulu. Yang isinya paling mahasiswa UI, UP, dan Gundar. Yang inipun personilnya macam2: dari yang hanya pakai jeans, kaos, dan tas ransel, lalu ada para ikhwan yang kalau dikereta selalu pakai jaket entah jaket LDFnya or banter2 jaket SALAM sambil kadang2 saya lihat mereka akan ngeluarin Quran trs dipelototin sepanjang perjalanan (mungkin daripada ngeliatin yang enggak2 mending liat yang iya2 aja), ada gerombolan wanita2 berjilbab dari yang pakai kaos sama jeans ketat sampai dengan para jilbaber besar which means semua serba besar dari baju sampai jilbab (untung aja sepatunya ga kebesaran juga). Kalau saya? Hahaha saya termasuk gerombolan jilbaber permen yang selalu warna-warni dengan kemeja or kaus dan rok serta tak lupa jilbab yang matching. FIK banget deh stylenya. Dan hari ini? Karena hari ini adalah hari minggu yang saya lihat dikampus hanya para aktivis. Siapa sih yang mau ke kampus hari minggu?? (yg jelas eike ngga booo)


  1. The Ehem Ehem

Ini istilah saya buat para pasangan yg asik masyuk serasa kereta milik berdua. Sama saja seperti dulu. Hari ini pun saya melihat dua pasangan yang ada pas disebelah kanan dan depan saya. Waduh mimpi apa saya liat dua pasangan mesra dari dekat begitu. Pertama adalah pasangan yang sudah cukup tua (suami-istri spertinya). Istrinya tidur sambil meletakkan kepalanya ke bahu suaminya sambil tak lupa untuk berpegangan tangan. Ck...ck...ck... senangnya...

Dan pasangan satu lagi. Wuaah ini jadi bahan perbincangan di hati saya selama naik kereta.bgaimana tidak? Kalau saya lihat cwonya ganteng banget tapi cwenya...hmm... kalau dari ukuran badan jelas dia jauuh sekali dari kata ideal. Lebih dari ideal tepatnya. Tapi apa yg si cowo itu lakukan sepanjang perjalanan? Tu cwo ga berenti2 nyiumin tangan tu cwe. Wheww.... kok bisa ya? Yaah saat itu jujur saya berpikir, kenapa gw dengan badan gw yg sedkit endut (well at least masih gendutan tu cwe) kya gni kok kga ada yg suka yak. Ko bisa gtu? Lalu hati saya menjawab, karena mungkin lo ga qualified bwt dapetin yang kya bgtu. Santai ajalah toh Tuhan itu tahu apa yang paling manteb bwt lo, someday...

Lalu terbayang-bayanglah kata2 pak Mario Teguh saat beliau bilang, pada saat berdoa tunjukkanlah pada Tuhan bahwa kamu memang pribadi yang pantas untuk menerima pengabulan doa. Contoh, kalau ingin jodoh yang baik. Berdoalah sambil berusaha untuk menjadi pribadi yang baik pula, sehingga Tuhan pun akan melihat bahwa kita memang pantas untuk mendapatkans sesuatu yang kita doakan. God says: SHOW ME WHAT U GOT!!!

:D terima kasih untuk pasangan itu (wlopun saya ga kenal) yang sudah mengingatkan saya akan hal ini. semoga cepet nikah ya mba, mas. Amiin.


  1. The Copet-ers

Alhamdulillah hari ini saya tidak melihat mereka….walaupun dulu pernah dengan sukses dipelototin sama salah satu personil ini gara-gara saya lihat ketika dia merogoh-rogoh celana salah satu penumpang. Whew mengkeret saya dipelototin gtu. Alhamdulilah juga selama 4 tahun saya kuliah saya ga pernah kecopetan, paling Cuma tas dan hape yang tergores karena dicutter oleh mereka. Untungnya ga dapet apa2. Terima kasih Tuhan aku masih dilindungi


  1. De el el

Ini untuk penumpang lain yang saya ga bisa jelasin satu persatu. Yang jelas pada saat hari minggu rata-rata yang naik kereta ini adalah keluarga. Dengan baju bagus mereka berdiri di kereta. Bahkan para gadis2 cantik dengan baju cantik dan sepatu lumayan tinggi pun naik kereta tebet-depok/bogor ini. Yup...kalau naek kereta pke high heels lebih asik dibanding naik bis pke highheels. Hhh….coba tadi pke high heels yah (wkwkwk…emng mau kemana jeeng)


Soo that’s it. Cobalah naek kereta ini dan mungkin kamu bisa melihat salah satu dari para personil kereta tebet-depok yang tadi sudah dibahas. And maybe u can add another category. Hehehe see ya!!

Jumat, 13 November 2009

easy for you!!!


Tuhan
Aku berjalan menyusuri malam Setelah patah hatiku Aku berdoa semoga saja ini terbaik untuknya

Dia bilang

Kau harus bisa seperti aku

Yang sudah biarlah sudah

Rata Tengah Mudah saja bagimu Mudah saja untukmu
Andai saja.
...
Cintamu seperti cintaku


Selang waktu berjalan kau kembali datang
Tanyakan keadaanku

Ku bilang

Kau tak berhak tanyakan hidupku
Membuatku semakin terluka

Mudah saja bagimu Mudah saja untukmu
Coba saja lukamu seperti lukaku


untuk satu orang yang selalu dipanggil baik dan lurus oleh teman-temannya

Sabtu, 07 November 2009

nurse nurse nurse

today i just read a note in facebook from my friend..... somehow i miss her spirit..... this i will show you, teman saya mendapat pertanyaan dari seorang ikhwan tentang gimana sih perawat itu, dan inilah jawabannya

....................................................kan nanya perawat gmn?? jawabannya personal aja yah...jadi perawat ya pengen dakwah... klo dulu zaman mahasiswa dakwah di sekolah maupun dakwah di kampus seperti dakwah di menara gading maka jadi perawat seperti dakwah di kubangan lumpur.. objeknya tidak lagi mahasiswa, siswa/i, anak baik2, tapi orang kaya, gelandangan, preman, ibu rumah tangga, wanita karir, remaja, nenek2 semuanya deh punya satu kesamaan sama2 sakit... selain dakwah sama temen kerja sendiri tentunya... kata pertama SARKASTIK!! gak mimpi bisa berjilbab panjang dan pake rok, atau hanya merawat pasien perempuan... wah.... belum berani deh mimpi kesana rasanya masa itu.. masa keperawatan yang islami masih sangat jauh.... karena berapa banyak akhwat yang melirik ranah ini bahkan yang sudah terlanjur kecemplung pun lebih suka menepi dan mencari ranah lain.... hanya berdoa semoga Allah swt meridhoi yang hari ini saya kerjakan ... pulang pagi berangkat malem... maka kalo nanti istri akhi perawat jadilah bijak dengan banyak ilmu dan pengertian dengan banyak memfasilitasi, karena perawat milik ummat, nyaris sulit punya waktu pribadi.. dalam berbagai dimensi sulit melepaskan keterikatan jika pekerjaan kita menyangkut hidup dan mati orang lain (even kita gak kenal) sudah cukup terjal jalan untuk tetap bening di kubangan lumpur ini untuk tetap halus dan ramah di dunia yang sesarkastik ini sudah cukup airmata karena tersinggung, lelah. merasa gagal... tak perlu ditambahkan dengan keegoisan laki2 yang merasa pemimpin jika menyangkut kewajiban istri melayani... tapi ini jihad, perasaan tentang jihad ini terlalu nyata untuk disangkal, saat seluruh kemampuan, ilmu, pikiran, fokus untuk 'menyelamatkan' seseorang yang tidak kita kenal seseorang yang mungkin tak pernah sepatah pun mengucap terimakasih....tidak semua perempuan melalui jalan ini... ini pilihan orang2 terpilih... hehehe... By. Ardiatni Pratiwi

hmmm......saya hampir lupa tentang niat awal dahulu memilih untuk menjadi perawat. saya hampir lupa akan semangat-semangat dahulu saat di kampus..... saat-saat dakwah terkesan sangat mudah, karena lingkungan FIK memang sudah begitu adanya.
tapi sekarang....semangat itu luntur seiring waktu. lingkungan yang tak seperti dulu, teman-teman yang sangat lain, urusan kerja yang membuat lupa segalanya, membuat jetlag saat keluar kampus. seperti katak dalam tempurung yang akhirnya bisa melihat dunia luar...dan terpana lalu terhanyut sampai sekarang......
hmm.....terimakasih tiwi, dan teman2 FIK UI ku yg lain.
semoga semangat ini tetap ada dan tetap saling mengingatkan satu sama lain..
i miss u all i miss sholat berjamaah bareng di kelas, i miss saat setiap orang dari kita maju setiap hari untuk memberikan kultum, i miss saat kita bermimpi dan punya bayangan indah tentang sosok perawat, i miss saat-saat di senat FIK, FPPI (Forum Pengkajian dan Pengamalan Islam), berjuang untuk mengembangkan mimpi kita tentang sosok perawat yang profesional dan Islami mudah-mudahan semangat itu tetap ada dan tegar walaupun diterjang dengan berbagai kenyataan yang ada